Ada Allah Ko, Terus Kenapa Kita Harus Cemas

Bismillahi rahmanirrahim

Semoga dengan ini kita dapat semakin menikmati dan dapat mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita semua aamiin

Cerita ini bermula ketika aku kuliah.

Mengenyam pendidikan disalah satu kota yang menunjang ibu kota memang tidak mudah untuk kami yang berasal dari daerah. Tingkat ekonomi yang tinggi menjadi salah satu kendala yang pastinya di hadapi. Bogor adalah kota dimana aku mengenyam pendidikan. Permulaan kuliah terasa sangat menyenangkan pastinya bertemu teman baru, bertemu ilmu baru dan lingkungan baru.

Namun itu hanya permulaan disaat banyak tugas otak yang lelah perut yang lapar membuat kita berfikir bagaimana menghasilkan uang lebih agar dapat menutupi kebutuhan untuk selama kuliah hingga akhirnya aku memutuskan berjualan makanan ” kripik jagung shinte” untuk 2 bulan pertama berjualan sangat terasa sekali keuntungan dari berjualan namun namanya berdagang tidak selamanya akan terus habis terjual dan tak lama aku berhenti berjualan karena sepinya peminat.

Semakin di jalani kuliah ini sangat membutuhkan uang untuk membeli kertas dan kebutuhan lainnya yyang ternyata tak sedikit. Tiba lah aku dititik tak tau harus bagai mana memenuhi kebutuhan ini.

Disaat itulah aku merasa ingin menyerah, menangis, mengadu, dan berkeluh kesah karena semua kelelahan ini dan saat itu alhamdulillahnya Allah memanggil hambanya dengan seruan Adzan. Aku pun bergegas kemasjid untuk solat dan mengadu kepada nya karena aku yakin hanya kepadanya lah tempat mengadu. dalam sujud ku, aku bercerita apa yang aku alami salah satunya aku sangat lapar karena seharian menahan lapar tapi hanya ada uang 2000 disaku dan aku tau tak bisa menggunakan uang itu karena aku harus membeli sesuatu yang lebih penting untuk kuliah esok hari. Entah bagaimana caranya ketika aku telah selesai beribadaht perut ku tak terasa lapar. SubhannAllah, sungguh aku bersyukur sekali walau tak memakan apapun tapi aku tak merasakan lapar lagi.

Lalu kedua kalinya aku menikmati nikmat yang sungguh Allah telah siapkan dan dia berikan kejutan itu padaku. Saat aku bergegas keluar ternyata ada bapa paruh baya yang memanggilku, jujur aku tak tahu siapa nama bapa itu namun aku tau dia warga setempat dan biasanya aku selalu melemparkan senyum ramah untuk menghormati sesama warga yang tinggal di daerah tersebut. Allhamdulillahnya, bapa paruh baya itu memberikan aku beberapa potong martabak, beberapa biskuit dan minuman. Sebenarnya aku tau itu makanan dan minuman yang seharusnya di berikan kepada jemaah yang sedang bersholawat dimasjid itu. Tapi Qodarullah, Allah selalu memiliki caranya sendiri untuk memberikan hambanya rejeki. Bapa paruh baya itu berkata ” neng ini ada lebihnya, ambil saja dan bawa pulang untuk cemilan malam” .  Untuk kesekian kali nya aku sangat bersyukur dengan semua ini dan aku yakin Allah pasti akan memberikan jawaban dalam kesulitan yang kita Alami.

Design a site like this with WordPress.com
Get started